Showing posts with label Mentor. Show all posts
Showing posts with label Mentor. Show all posts

Thursday, March 06, 2014

Who Moves My Matches?

Rp 35.900,- SMS 0878-7983-4475

Who Moves My Matches? Ragam Permainan Korek Api untuk Latihan Pemecahan Masalah.

Tahukah anda bahwa sekotak korek api ternyata dapat mencerdaskan kita? Sejak berabad-abad lamanya, orang-orang Cina bagian utara telah menyadari hal ini, bahkan mereka menjadikannya sebagai sebuah tradisi (dalam bentuk permainan) untuk mendidik, mencerdaskan, dan membuat kreatif keluarga.
Pada perkembangannya, permainan yang mereka buat berkembang sebagai permainan yang melatih siapapun untuk memecahkan beragam persoalan-persoalan bisnis, bahkan kehidupan yang ruwet.

Strategi Presentasi Mentoring Islam -FUN TAC TICS

Rp 14.500,- SMS: 0878-7983-4475
Mengisi mentoring memang tak semudah membalik tangan. Tentu saja semua itu harus melalui persiapan. Dengan berbagai taktik jitu, maka hal-hal yang tak terduga di lapangan akan teratasi dan remaja pun bisa melakukan mentoring dengan mengesankan dan menyenangkan. Namun begitu, mereka harus belajar bicara dengan mengatur posisi, mengatur penampilan sampai menghidupkan suasana pertemuan dengan pembinaan ruhiyah. Hal itu akan menjadi salah satu sarana peningkatkan kualitas individu terutama dari segi moralitas.
Ada tiga potensi untuk persiapan mentoring, yakni :

1. Ruhiyah (mental) : Kegiatan mentoring bukan untuk main-main, jadi utamakan akal sehat, cerdas dan bersih hati
2. Aqliyah (akal) dengan mencari ilmu yang luas meliputi materi, lingkungan dan wawasan mengenal mentee
3. Kinestetik. Orang yang belajar dari pengalaman dan tindakan.

Mentee adalah kumpulan orang-orang dengan keragaman dominasi modalitas.

Monday, July 01, 2013

Aku Mentor, Aku Bangga…

dakwatuna.com - Di kampusku, Universitas Mulawarman ada aktivitas praktikum agama Islam. Setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah agama Islam wajib mengikuti kegiatan ini. Praktikum agama Islam atau yang lebih popular disebut mentoring merupakan aktivitas pembinaan keislaman yang mencakup: Bina Baca Al-Qur’an (BBAQ), fiqih thaharah dan shalat serta penyelenggaraan jenazah (janaiz). Mahasiswa yang berperan sebagai pemandu disebut mentor. Mentor adalah mahasiswa senior minimal telah menginjak semester 3 yang sebelumnya mendapatkan pembekalan dan seleksi melalui Madrasah Mentor Mulawarman (M3). Mentor adalah mahasiswa yang juga aktif di Lembaga Dakwah Kampus.

MENTORING...??

Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengar nama "MENTORIG", jika belum mari simak dengan seksama...

        Secara bahasa, mentoring berasal dari bahasa Inggris mentor yangartinya penasehat. Mentor adalah seorang yang penuh kebijaksanaan, pandaimengajar, mendidik, membimbing, membina, melatih, dan menangani oranglain, maka perkataan mentor hingga kini digunakan dalam kontekspendidikan, bimbingan, pembinaan, dan latihan. Dalam mentoring ada banyak kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi budaya,

Sunday, April 21, 2013

Menunggu Yang Menyenangkan…

Seperti biasa, jumat pagi merupakan jadwal pertemuan dengan adik-adik mentor saya. pertemuan yang bukan berghibah atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat apalagi mendatangkan kemudharatan. Melainkan sebuah pertemuan kebaikan untuk mempelajari islam & berbagi pengalaman hidup. Maka tak ayal pertemuan ini penuh dengan kebaikan dan keberkahan (insya Allah).
Sesuai kesepakatan, mentoring dimulai pukul 6.30 dimasjid kampus.  Maka sedari shubuh saya langsung bersiap dengan ritualitas pagi. Mandi hingga sarapan pagi. Pukul 6.40 saya sampai kemasjid kampus, saya terlambat datang sesuai waktu kesepakatan karena terlebih dahulu saya harus ke tempat kerja. Saya Mengira sudah terlambat dan adik-adik mentor saya sudah menunggu dimasjid, tapi ternyata mereka belum datang satu orang pun.

Mentoring dan Nikmat

sabtu 30 juli 2005
sungguh besar nikmat Alloh...

pagi2 masuk kerja sebentar, kemudian langsung ke sekolah untuk pembukaan mentoring skul (ketemuan sama murid baru)

sungguh!!!
ketika kita menolong agama Alloh
Alloh semakin menolong kita
(intansurulloha yansurkum wayutsabbit akhdamakum)

ah...

Bingung Memulai Mentoring?

Bingung memulai mentoring?

Atau lupa sama materi yang akan disampaikan?
Mungkin bisa dicoba beberapa tips berikut. Walaupun cuma tausiyah ringan tapi bisa dicoba di lapangan.

Before Action

Apa yang harus disiapkan sebelum mentoring?
Sebenarnya sudah sangat jelas bahwa mentoring

Jadi Mentor yang Dicintai yuk!

Melebihi dari bahagianya seorang Pecinta adalah ketika Cintanya dibalas dengan Cinta yang lebih besar. Saya pernah berkata dalam sebuah seminar tentang dunia mentoring: “Mementor itu adalah pekerjaan Cinta. Saat Engkau mencintai adik mentor, maka rasakanlah, Engkau akan dicintai mereka tanpa pernah engkau memintanya”.

Biar jelas, mari kita bandingkan keadaan seorang mentor yang tidak dicintai adik mentornya dan mentor yang dicintai adik mentornya :

Tips-Tips Mementor

Banyak aspek-aspek yang beririsan antara satu tipe mentoring dengan tipe mentoring lainnya. Meskipun begitu tiap metode memiliki aspek uniknya tersendiri. Untuk membantu Antum memahami hal-hal unik tersebut Saya sarikan beberapa tips dari kalangan ahli yang sudah lama mengenyam asam garam dunia mentoring.

MENTORING one-to-one (Da’wah Fardiah)

30 Macam Kegiatan Mentoring

Takut menjadi mentor? Bingung mau ngapain aja bersama adik mentor? Gak perlu bingung kalee…! karena disini saya akan berbagi 50 kegiatan yang bisa Antum lakukan untuk memulai membangun kebersamaan dengan adik-adik mentor antum. So cheer up!!

1. Tentukan tujuan kelompok mentoring bersama-sama.

Hal pertama yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai mentoring adalah dengan berdiskusi, berkenalan dan termasuk menentukan tujuan mentoring bersama-sama. Buat apa sih kita mentoring agama? Apa pentingnya kita melakukan mentoring.

Saturday, March 23, 2013

Kabar Burung: Menyikapi Derasnya Informasi

Oleh: Prof. DR. H. Irwan Prayitno
dakwatuna.com - Menurut kamus bahasa Indonesia kata kabar burung setara dengan kata kabar angin atau berita selentingan, isu, gosip atau berita bohong. Kabar burung adalah informasi yang belum jelas benar atau salahnya. Tak jarang kabar burung juga bisa berupa fitnah. Kabar burung dan informasi yang benar batas pemisahnya hanya setipis kulit ari.

Friday, January 21, 2011

10 Things to Look for in a Mentor

1. Experienced - Mentors are typically older, but that is not a rule. As Bud Bilinch from Fast Company states, one of his mentors is 20 years younger than him and is teaching him the ways of the Web 2.0 world.

2. Character – Your mentor should be a person that you respect and admire. Many times a protege (mentee) patterns his or her life after the life of the mentor and thus you want to ensure you are following a person that with good moral standing.

3. Similar Goals - Find a mentor that has goals similar to yours. It can only help your chances of success if your mentor has already gone through a lot of the work you have in front of you.

4. Availability - Your mentor needs to be available for interaction. It can be great to have a really successful person mentoring you, but if they aren’t available to meet, it defeats the purpose of the arrangement.

5. Open-minded – You need a mentor that is open-minded. This will allow you to progress in a way you need to progress, not necessarily in the way the mentor would prefer.

6. Caring – We all want people to think what we’re doing is important especially our mentor. A mentor needs to care about your success just as much as you do. This is a person that should help you up when you fall and all of this starts with the mentor caring about you and your success.

7. Positive – Your mentor needs to be positive and help keep you positive. If you spend a meaningful amount of time with your mentor, and they are positive, this is bound to rub off on you. Remember, good thoughts in, good thoughts out. People want to work with other positive people. The future is bright and as Henry Ford says “Whether you believe you can do a thing or not, you are right.”

8. Focus – You want a mentor who is able to not only focus on you and what you would like to achieve, but also help you focus. For instance, let’s say you are new to starting a business and have a mentor who has been successful in starting many businesses over the past 30 years. Starting a business can be a daunting task. There’s a lot of things to think about and especially in the beginning, you have to wear many hats. A mentor can help direct you to what might be the most important point in terms of starting a business.

9. Believes in You – A mentor needs to believe in your potential. If they aren’t sold on you, they aren’t going to put all of their effort into the mentor-protege relationship. No one wins in this relationship and both parties are wasting their time.

10. Open and Honest – A mentor-protege relationship is most beneficial when you can both share experiences and bits of information that a normal acquaintance wouldn’t know about you. Openness and honesty also help build credibility and trust among the mentor and protege.

Remember, a mentoring relationship is only as good as the sum of it’s parts. This is only a guide line for what to look for in a mentor. You may add or subtract from this list as pertains to your situation.

Are there other qualities you look for in a mentor? How did you decide who your mentor was going to be?
Source: http://happinessisbetter.com/2009/03/30/10-things-to-look-for-in-a-mentor/

Sunday, July 26, 2009

Mentor, Mentors and Mentoring

Mentor

Mentor is the name of the person to whom Odysseus (a.k.a. Ulysses) entrusted the care of his son, Telemachus, when he set out on those famous wanderings of his that we now call an "odyssey" and which took him, among other places, to the Trojan Wars. Mentor was Odysseus' wise and trusted counselor as well as tutor to Telemachus. Myth has it that the goddess Athena would assume Mentor's form for the purpose of giving counsel to Odysseus but, for many centuries now, the goddess has been unavailable for comment to confirm or disconfirm this rumor. At any rate, Mentor's name -- with a lower-case "m" -- has passed into our language as a shorthand term for wise and trusted counselor and teacher.

Mentors

Until recently, in ordinary usage, the term mentor typically was used by the recipient of the counsel or teaching to refer to the person providing it. Thus, I might say that Ed Trapp was my mentor. Observers of such counseling and tutoring relationships have also been known to label certain people as mentors. Kierkegaard, for instance, has been called mentor to an entire movement. But, mentors, it seems, have not and do not characteristically refer to themselves as such.

This writer's own biases are such that he has always thought the term mentor was exemplified in a situation wherein an older, influential male took a younger, promising male "under his wing," so to speak, for the purpose of advancing the younger male's career. The older male was then a mentor to the younger one. And the younger male, of course, would be known to us as the protégé of the older man, just as Telemachus was Mentor's protégé (although it seems only fair to point out that the French language had not yet then evolved and so whatever term Mentor used to refer to Telemachus might or might not be known to us but it seems certain he did not use protégé).

Mentoring

In recent years, especially in the management and human resources literature, mentor, which is a noun, has become a verb as well and -- with or without "ing" as an appendage -- now refers to the patterned behaviors or process whereby one person acts as mentor to another. And, in keeping with current mores and norms, gender seems irrelevant. (This usage, however, has yet to make its way into any dictionary to which this writer has access.) It will surprise some, but not others, to learn that there are consultants whose practices center on advising the rest of us regarding the mysteries of mentoring. (They are perhaps would-be or frustrated mentors themselves.)

In sum, what has been historically an informal, unofficial, voluntary, mutually-agreeable, and self-selected interaction between two people has become a program -- an institutionalized stratagem for trying to force what probably can only come about naturally -- and a staple, if not a commodity, in the bag of tricks toted from client to client by many a consultant.

Frankly, I'm not against formal mentoring programs, but I'm not for them either. I'll pick my own mentors, thank you, and I'll pick my own protégés too.

Souce: http://home.att.net/~nickols/mentor.htm

Tuesday, July 07, 2009

Jadi Muslimah Kudu Sukses


Jadi Muslimah Kudu Sukses

Oleh: Tim ILNA

Melati adalah singkatan dari Muslimah Meniti Langkah Sejati. Buku life skill yang terdiri dari tiga bagian utama, yakni, ‘WHO AM I?’, ‘WHAT AM I’ dan ‘THIS IS ME’ ini, merupakan rangkaian tulisan yang mengandung makna agar muslimah menjadi sukses. Pada bagian satu, ‘WHO AM I’, muslimah diajak oleh penulisnya untuk memahami dirinya sendiri dengan menelusuri citra diri dengan segala fitrah sebagai mahluk Allah Swt. Untuk mengetahui konsep diri yang benar sebagai muslimah yang kafah, siapapun tentunya memerlukan contoh muslimah panutan umat. Untuk itu, kita dituntut untuk mengikuti dan meneruskan perjuangan mereka dengan percaya diri bahwa kita mampu untuk bergerak sesuai dengan petunjuk Allah. Hal ini akan membuahkan kesuksesan yang kemudian akan memotivasi kesuksesan yang lain. Setelah itu para pembaca diharapkan dapat mengenali peta dirinya –kelebihan dan kekurangannya—sekaligus memeiliki arahan jelas mengenai tujuan hidupnya. Langkah kedua ‘WHAT AM I?’, adalah membuat program untuk menata diri yang berisi langkah-langkah menata diri. Diawali dengan ‘belajar’ sebagai suatu proses tanpa henti agar smart, disamping kita juga harus sehat dan bugar. Semua ini sebagai penunjang program pengembangan diri yang tak kalah penting adalah konsep keseimbangan hidup agar muslimah dapat melihat semua sisi kehidupan dan berusaha menyeimbangkannya supaya semua urusan dan kewajiban yang dipikulnya dapat terpenuhi. Bagian ketiga ‘THIS IS ME’ adalah, saatnya kita membuka ‘sayap’ dengan mengembangankan dan memaksimalkan potensi yang Allah berikan bagi kita. Langkah pertama dari jurus ini adalah komunikasi empatik, yaitu cara berkomunikasi dengan mengutamakan aspek pengertian/pemahaman terhadap cara pandang orang lain. Komunikasi ini diharapkan dapat membantu muslimah untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi orang lain saat berkomunikasi dengan dirinya dan memudahkan muslimah untuk aktif sesuai dengan syar’i. Langkah ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan dunia kerja. Alternatif skill lain adalah wiraswasta. Langkah ini mengulas tentang manajemen kewiraswastaan agar muslimah dapat melihat sebenarnya masih banyak peluang yang terbuka dalam menggapai rezeki Allah Swt. Bagian ini ditutup dengan paparan mengenai pernikahan, yang menguraikan tentang berbagai kondisi setelah menikah agar bisa diambil hikmahnya.
Source:http://www.geroot.com/detail_r1.php
Related Link: http://www.goodreads.com/book/show/3572336.Jadi_Muslimah_Kudu_Sukses