Saya baru saja pulang dari mentoring, dan tiba-tiba memikirkan sesuatu, random.
Saya
merasakan begitu luar biasanya mentoring atau liqa. Jujur saja, saya
seringkali merasa berat untuk berangkat mentoring. Tetapi, selalu saja
setelah saya datang sampai setelah pertemuan itu berakhir, ada rasa
syukur yang besar yang memenuhi hati saya.
Entah bagaimana, pertemuan-pertemuan
mentoring selalu relevan dengan kehidupan yang sedang saya jalani.
Dengan mentoring, celah-celah, retakan-retakan, dan lubang-lubang
kehidupan menjadi nampak, lalu entah bagaimana, kita menjadi lebih
berenergi untuk memperbaiki dan menutup celah, retakan, ataupun
lubang-lubang itu.
