Showing posts with label Management. Show all posts
Showing posts with label Management. Show all posts

Thursday, March 06, 2014

Bikin Hidup Berhasil dan Seimbang

Rp 19.500,- SMS 0878-7983-4475
Kamu pernah mengalami hal ini? Setumpuk kegiatan harus kamu jalani dalam satu waktu? Jadwal kamu menjadi kacau dan kamu mulai frustasi? Nah itu tandanya, kamu harus segera menerapkan metode "atur diri".
Atur diri berkaita erat dengan keinginan hidup kamu. Dalam hidup, kamu harus mencari kebahagiaan. Jangan biarkan diri kamu merasa sedih dan menderita terus menerus.
Bagaimana caranya? Gampang ... setiap hal yang kamu butuhkan untuk mulai mengatur diri dan hidupmu ada dalam buku ini. Segala macam masalahmu dipetakan oleh buku cool ini. Berani atur diri adalah sebuah tantangan. Sedangkan setiap tantangan adalah tangga menuju sukses.
Buku ini dijual dengan harga Rp 19.500,-. Pemesanan via SMS ke 0878-7983-4475. Harga sudah termasuk ongkos kirim.

Lebih dari Sekedar PD

Rp 22.800,- SMS 0878-7983-4475
Ada yang bilang, integritas itu beda dikit doag sama jujur. Kalau jujur mengatakan apa yang kamu lakukan, integritas berarti melakukan apa yang kamu katakan.
Segampang itukah memahami integritas? Integritas bersifat unik dan menarik, berisi perilaku jujur yang muncul saat kita sendirian maupun bersama orang lain. Integritas tidak bisa diajarkan, tapi bisa dikembangkan. Dengannya, kamu membentuk ketahanan hidup, rasa nyaman menjalani cobaan, kekuatan untuk bangkit dari kegagalan, serta kepekaan untuk tumbuh berkembang walau dengan sumber daya sedikit.
Buku ini mengupas cara menumbuhkan self strength atau kekuatan individu dan bagaimana membangun diri sendiri denga sumber daya pribadi, sehingga hidup penuh makna dan memberi arti untuk diri dan orang lain.
Buku ini dijual dengan harga Rp 22.800,-. Pemesanan via SMS ke 0878-7983-4475. Harga sudah termasuk ongkos kirim.

Who Moves My Matches?

Rp 35.900,- SMS 0878-7983-4475

Who Moves My Matches? Ragam Permainan Korek Api untuk Latihan Pemecahan Masalah.

Tahukah anda bahwa sekotak korek api ternyata dapat mencerdaskan kita? Sejak berabad-abad lamanya, orang-orang Cina bagian utara telah menyadari hal ini, bahkan mereka menjadikannya sebagai sebuah tradisi (dalam bentuk permainan) untuk mendidik, mencerdaskan, dan membuat kreatif keluarga.
Pada perkembangannya, permainan yang mereka buat berkembang sebagai permainan yang melatih siapapun untuk memecahkan beragam persoalan-persoalan bisnis, bahkan kehidupan yang ruwet.

Strategi Presentasi Mentoring Islam -FUN TAC TICS

Rp 14.500,- SMS: 0878-7983-4475
Mengisi mentoring memang tak semudah membalik tangan. Tentu saja semua itu harus melalui persiapan. Dengan berbagai taktik jitu, maka hal-hal yang tak terduga di lapangan akan teratasi dan remaja pun bisa melakukan mentoring dengan mengesankan dan menyenangkan. Namun begitu, mereka harus belajar bicara dengan mengatur posisi, mengatur penampilan sampai menghidupkan suasana pertemuan dengan pembinaan ruhiyah. Hal itu akan menjadi salah satu sarana peningkatkan kualitas individu terutama dari segi moralitas.
Ada tiga potensi untuk persiapan mentoring, yakni :

1. Ruhiyah (mental) : Kegiatan mentoring bukan untuk main-main, jadi utamakan akal sehat, cerdas dan bersih hati
2. Aqliyah (akal) dengan mencari ilmu yang luas meliputi materi, lingkungan dan wawasan mengenal mentee
3. Kinestetik. Orang yang belajar dari pengalaman dan tindakan.

Mentee adalah kumpulan orang-orang dengan keragaman dominasi modalitas.

Monday, May 20, 2013

Pakai TOWS, bukan SWOT!


Dalam menganalisis bisnis perusahaan, orang cenderung menggunakan model SWOT, yakni Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threats. Model ini sudah lama populer di kalangan bisnis. Bahkan, sebagian masih menggunakan model ini sampai sekarang.
Bila ditilik dari sejarahnya, konsep SWOT pertama kali dipopulerkan oleh Albert Humprey, akademisi yang mengepalai proyek penelitian di Universitas Stanford pada tahun 1960-an. Model ini juga populer di kalangan akademisi, khususnya di bidang bisnis, sebagai prasyarat akademis.

Sunday, April 21, 2013

Riset Rohis Bandung

Seperti layaknya permainan sepakbola, tentunya pelatih sebuah tim*beserta jajarannya* akan mencari data & fakta mengenai lawan tandingnya tersebut, mereka mempelajari dengan seksama rekaman pertandingan ataupun datang langsung kepertandingan calon lawannya untuk sekeder tahu, seperti apa strategi yang biasa dimainkan, siapa pemain kunci yang menjadi motor serangan, apakah ada titik lemah dari tim tersebut, dsb. semuanya dilakukan semata-mata untuk bisa meraih kemenangan saat tim mereka bertanding dengan tim lawan.
Siapapun anda, telah lama berada di Dakwah Sekolah*bertahun-tahun* ataupun baru terjun dan terlibat di dakwah sekolah. Adalah sebuah keharusan untuk dapat memahami medan juang yang akan anda garap.

12 Parameter Membangun Program Mentoring

Setelah mengetahui betul-betul apa kebutuhanmu dalam merancang sebuah program mentoring, maka kini saatnya kita berbicara lebih detail dan terstruktur. Mari kita bicara tentang Apa Saja yang Kita Butuhkan untuk membangun sebuah program mentoring. Saya merangkum hal-hal yang perlu Antum tetapkan mengenai permentoringan dalam tajuk 12 Parameter.

4 Elemen Kunci dalam Merencanakan Program Mentoring yang Sukses

Setiap Rohis ataupun remaja mesjid tentu memiliki kondisi berbeda-beda ketika akan memulai program mentoringnya. Oleh karena itu tidak ada satu panduan yang baku dan persis sama  dalam merencanakan dan membangun sebuah program mentoring. Dimanapun itu, tentu ada penyesuaian program, aturan dan langkah-langkah demi mencapai tujuan mentoring. Meskipun begitu, setidaknya ada beberapa elemen yang mirip-mirip dan sifatnya fundamental sekali untuk diperhatikan ketika kita ingin merencanakan sebuah program mentoring yang sukses. Disini, saya akan membahas garis besarnya untuk Antum yang garis kecilnya akan saya bahas dalam tulisan yang terpisah.

Macam-macam Mentoring

Saya lupa menyebutkan, istilah lain untuk mentoring adalah halaqah. Mentoring itu dari bahasa Inggris, sementara halaqah dari bahasa Arab. Mentoring atau halaqah ada macam-macam jenisnya. Ada yang namanya Mentoring Satu-Satu yang dalam istilah arab namanya dakwah fardiyah. Mentoring Kelompok (halaqah berkelompok) terdiri dari satu mentor dan beberapa adik mentor (sekitar 4-8 orang). Mentoring Team terdiri dari beberapa mentor (2-3 orang) dengan sejumah adik mentor (4-12 orang) dengan tiap mentor memiliki kapasitas dan keahlian yang berbeda. Peer mentoring yaitu adik mentor menjadi mentor untuk adik mentor lainnya. Terakhir adalah E-mentoring atau online mentoring atau telementoring yaitu mentoring via internet.

Bagaimana Mengelola Agar Sebuah Program Mentoring Itu Sukses

Agar program mentoring kita sukses, maka lakukanlah hal-hal berikut :
  • Bentuk badan mentoring (kepengurusan mentoring)
  • Kembangkan sistem yang komprehensif untuk mengelola informasi program
  • Desain perencanaan pengembangan sumber daya yang bisa menghasilkan uang
  • Desain sebuah sistem untuk memonitor mentoring
  • Buat perencanaan untuk mengembangkan potensi mentor dan pengurus badan mentoring
  • Bangun komunikasi dan relasi dengan pihak luar (stakeholders)

Siapkan Organisasimu! Manajemen Kepengurusan Rohis

Manajemen Kepengurusan adalah sebuah hal yang harus diperhatikan saat kita bergerak dalam sebuah organisasi, dalam hal ini Rohis. Rohis tidak akan pernah sesuai dengan harapan jika tidak diiringi oleh manajemen kepengurusan yang baik. rubrik ‘Siapkan Organisasimu!’ adalah rubrik dimana saya akan membedah seluk-beluk organisasi dan bagaimana cara untuk membuatnya menjadi organisasi yang efektif. siap? harus siap tentunya…
saat ini tema yang akan saya bahas adalah Visi dan Misi Organisasi. siapa diantara sahabat-sahabat semua yang tau apa itu visi? *seorang anak tiba2 mengacungkan tangannya* “nama makanan dari kedelai yang isinya tauge kang!”. bukaaan…bukan ituu.. itu tahu isi. *1 anak lagi mengacungkan tangannya* “yang ada di atas gigi kak!”, ooowwhh.. bukaaan.. kalau itu gusi! sudah lah, tak perlu kita perpanjang lagi, daripada semakin banyak jawaban ngaco, lebih baik kita langsung bahas saja. hehe..
Visi dalam teori diartikan sebagai :

30 Macam Kegiatan Mentoring

Takut menjadi mentor? Bingung mau ngapain aja bersama adik mentor? Gak perlu bingung kalee…! karena disini saya akan berbagi 50 kegiatan yang bisa Antum lakukan untuk memulai membangun kebersamaan dengan adik-adik mentor antum. So cheer up!!

1. Tentukan tujuan kelompok mentoring bersama-sama.

Hal pertama yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai mentoring adalah dengan berdiskusi, berkenalan dan termasuk menentukan tujuan mentoring bersama-sama. Buat apa sih kita mentoring agama? Apa pentingnya kita melakukan mentoring.

Tuesday, April 09, 2013

Yuk Pembinaan (Mentoring)…!

Oleh: Ramadhan Aziz
Intensif  “Pembinaan” Solusi Mengatasi Segala Masalah
dakwatuna.com – Adanya kekhawatiran terhadap penyimpangan-penyimpangan agama yang terjadi di lingkungan kini, seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, telah menimbulkan kepanikan tersendiri dari beberapa kalangan tersendiri yang terlibat di dalamnya. Ini terlihat maraknya kasus-kasus yang mencuat di permukaan. Satu sorotan yang terjadi pada dunia pendidikan khususnya dunia sekolah adalah maraknya penyimpangan-penyimpangan

Saturday, March 23, 2013

Ikhlas Dalam Niat, Hukum dan Keutamaannya

1. Hukum niat
a. Niat dalam beramal hukumnya wajib
Allah SWT berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ﴿٥﴾
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Akan tetapi, ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya…” (QS. Al-Hajj: 37)

Pembelajar Harus Memiliki Mimpi, Visi, dan Cita-Cita

Oleh: Abdul Wahid
dakwatuna.com - Salah satu tujuan pembelajaran adalah agar terciptanya perubahan pada diri para pelajar/siswa di dalam tiga aspek (kognitif, afektif dan psikomotorik). Baik itu pembelajaran yang dilakukan secara formal maupun non formal. Dari kekuatan ketiga aspek tersebut diharapkan nantinya menjadi modal awal yang sangat berharga guna meraih apa yang dicita-citakan para pembelajar di masa depannya. Akan tetapi saat ini perubahan yang diharapkan seakan tampak lamban dan semakin mengendur. Perubahan yang terjadi tak lebih dari sekadar meningkatnya kuantitas tanpa diimbangi peningkatan kualitas.

Kabar Burung: Menyikapi Derasnya Informasi

Oleh: Prof. DR. H. Irwan Prayitno
dakwatuna.com - Menurut kamus bahasa Indonesia kata kabar burung setara dengan kata kabar angin atau berita selentingan, isu, gosip atau berita bohong. Kabar burung adalah informasi yang belum jelas benar atau salahnya. Tak jarang kabar burung juga bisa berupa fitnah. Kabar burung dan informasi yang benar batas pemisahnya hanya setipis kulit ari.

Tuesday, April 24, 2012

5 Things Great Mentors Do


Mr. Miyagi and Daniel Larusso. Ezra Pound and T.S. Eliot. Dadabhai Naoroji and Mahatma Gandhi. History (OK, and the box office) is full of examples of people who have accomplished tremendous feats—far more than they could have done alone—with the help of mentors.
That's why I find it odd when I see CEOs spending so little time mentoring their employees. You may not find it in the required curriculum of a fancy MBA program but mentoring is crucial to business success.

Friday, March 11, 2011

Debunking 10 Talent Management Myths

Talent management is still an emerging field, and there are as many untruths floating around the industry as there are verifiable facts. To advance the profession and reap the organizational benefits therein, it is necessary to weed out dated myths and adopt new perspectives.

As we look to the future of talent management, it is important to examine concerns and issues, including common myths about talent and succession management that may be limiting, and provide new ways of thinking through these issues and moving forward with best practice ideas.

Talent Management Myths and Truths

Myth 1: We should invest most of our talent acquisition budget into external recruiting functions. Most mid- to large-sized organizations spend large sums of money to have full-time recruiters on staff to fill positions, have a staffing management system, a Web site to attract external candidates, and pay recruiting fees to external firms.

A new perspective: While it is certainly important to acquire new talent for the organization, what would happen if we turned this paradigm around and focused more funding on our internal employees to fill a larger percentage of our new and vacant positions? What if we move even 10 percent of our external recruiting budgets into internal talent management strategy and processes? How much money would an organization save increasing internally filled positions by 10 percent?

The majority of organizations with robust recruiting teams and online recruiting systems don't have the same resources for internal talent and succession management. Yet most organizations have a wealth of internal talent that desire development, cross-functional movement and advancement opportunities — talent that largely goes untapped. What if we had a process and a system to inventory internal employees' competencies and we held regular talent review meetings to discuss career movement and development for current employees?

Myth 2: There is only one best practice talent management methodology. As organizations plan a talent and succession management program for the first time, they often search for one perfect way to implement their plans.

A new perspective: It is an excellent idea to benchmark with others and to draw ideas from experts when planning or enhancing a talent management strategy. But while there are core elements of a best practice methodology, there are many effective ways to execute a strategy, and there is no need to search for a single methodology. It is more important to customize the talent strategy to an organization's culture, goals, size and geographic structure. However, all talent management strategies should include the following core elements:

  • Consistent, documented talent assessment criteria, processes and definitions to identify top talent, high potentials and successors.
  • Career and development discussions to ensure managers know their direct reports' advancement and relocation desires.
  • Talent review meetings that are designed to increase talent visibility and to calibrate succession plan and high-potential selection decisions.
  • Follow-through of development action plans as identified in the talent review meetings to prepare successors and high potentials for career movement and advancement.

Myth 3: All talent management information and processes must be held in confidence to avoid employee morale issues. One of the decisions a company must make as it implements or updates a talent strategy is what level of confidentiality or transparency will surround communication materials and talent data. Many companies have concerns about what and how much to communicate about their talent management strategy.

Source: http://talentmgt.com/performance_management/2009/December/1140/index.php

Monday, July 19, 2010

What Are Some of the Challenges of a Mentoring Program?

Investment of self and time is a major challenge for mentors, and it should not be taken lightly. Failing to follow through with a relationship -- by canceling or not showing up for a meeting or by just not demonstrating enough attention and support to someone who depends on and looks up to you -- is worse than never getting involved in the first place. It is sometimes difficult for volunteers to understand this. Before you assign them to someone, make sure that your mentors appreciate the importance of the role they'll be playing and that they're ready and able to keep their commitment to a younger person.

Compatibility is another challenge for mentoring programs. Your group should have a plan for dealing with situations in which the mentor and youth just don't get along. When that happens, each person needs to understand that there is no blame, simply a need for a different match. A new match should be made as soon as possible.

Mentors need to be patient. It is difficult to realize that a younger person may not be immediately grateful for your kindness, attention, and friendship. Positive changes may not show up for several months. A friendship may grow steadily for a while and at other times may seem stuck. In either case, both parties need to give the mentoring relationship a chance to grow.

Relationships between mentors and the parents of children being mentored are also occasionally sensitive. Though they sometimes feel jealous of or threatened by mentors, parents need to understand that mentors are not trying to take over the role of parents. Mentors, in turn, need to respect and support parents' rules and concerns for the children while building their own relationships.

Source: http://www.ncjrs.gov/html/youthbulletin/9907-4/mentor-5.html