Mentoring berasal dari bahasa inggris yang berarti penasihat. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 13 orang dengan satu pemandu. Dalam satu kelompok tersebut mengadakan pertemuan satu kali dalam satu pekan. Isi dalam kegiatan tersebut ada diskusi, pemberian materi, kolom curhat, out bond, MABIT (malam bina iman dan taqwa) dan masih banyak lagi agenda menarik dalam mentoring. Mentee (peserta mentoring) berhak untuk mendapatkan pembinaan dari mentor/tutor (pemandu dalam mentoring). Mentor merupakan sosok yang akan memandu selama proses berjalanya mentoring.
Ada pendapat bahwa antara mentoring dan keren adalah dua hal yang tidak dapat disatukan. Mengapa demikian?
Pendapat tersebut beranggapan bahwa keren selalu identik dengan gaul dan beberapa hal yang sifatnya keduniawian. Sedagkan mentoring merupakan suatu hal yang didalamnya terdapat kegiatan yang sifatnya mendekatkan diri pada Allah. Kegiatan yang membicarakan keimanan bukan pada fatamorgana dunia. Akan tetapi, kami dari Tim Tutorial pendidikan Agama Islam memiliki definisi tersendiri mengenai istilah keren. Sosok yang disebut keren disini merupakan seseorang yang memiliki karakter. Standar capaian manusia berkarakter dalam kaca mata islam adalah seseorang yang memenuhi sepuluh macam kriteria, yaitu :
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
2. Shohihul Ibadah (Ibadah yang benar)
3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
4. Qadirun Alal Kasbi (Memiliki usaha sendiri atau mandiri)
5. Mustaqaful Fikr (Intelek dalam berfikir)
6. Qowwiyul Jism (Jasad yang kuat)
7. Mujahid Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
8. Munazham Fi Syu'nihi (Teratur dalam suatu urusan)
9. Haritsun ‘Ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu)
10. Nafi'un Lighairihi (Bermanfaat bagi orang lain)
Sudah sepantasnya jika mahasiswa yang merupakan salah satu kalangan intelektual memiliki sepuluh macam karakter di atas. Sebagai direktur perubahan, tidak hanya butuh sebatas kesemangatan akan tetapi butuh sebuah kemantapan keimanan. So..... hari ini kita perlu mengubah sebuah paradigma baru bahwa, hidup dalam dunia kampus tidak segemerlap kehidupan kampus yang sering muncul di film - film, ada beberapa hal yang lebih bermakna yang dapat kita lakukan. Sekedar menegaskan saja, sebuah pilihan menjadi keren dalam pandangan manusia atau menjadi keren dihadapan Allah, Rasul dan orang - orang beriman. Sosok keren bukan karena mobilnya yang berharga sekian milyard, baju dengan sekian juta tetapi iman yang melekat di dalam dada.
Mengapa masih ada istilah yang keren yang mentoring, walaupun mentoring sudah di wajibkan??? Dalam hal ini ada tiga golongan. Yang pertama adalah beberapa orang yang tetap tidak mau mengikuti mentoring,walaupun telah diwajibkan. Mereka itu adalah segolongan orang yang merugi...kenapa?? Karena mereka tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang telah di sedikan secara cuma-cuma oleh Unnes lewat TPAI, untuk mengisi ruang dalam jiwa yang penuh dengan kehampaan tanpa mau mengenal siapa Tuhan yang telah mentitahkan deguban jantung dengan irama sedemikian rupa sehingga (hualah . . .), sekaligus masuk dalam kumpulan orang yang sangat tidak keren,,,,, (mekso,,,hhe...) nilai gak dapet, ruhani apalagi????. golongan yang kedua adalah yang rajin mengikuti mentoring, namun tidak ada perubahan pada sifat serta sikapnya yang mengindikasikan sepuluh kriteria karakter pribadi muslim, maka dia belum termasuk mentee yang sepenuhnya keren yang kita bahas saat ini. Mereka adalah mente yang mengikuti mentoring hanya sebatas untuk mencari nilai, maka yang ia dapatpun hanya sebuah angka yang tak bermakna, sedangkan ruhani mereka masih kosong. Namun tidak sedikit mentee yang bener-bener memanfaatkan fasilitas yang di sediakan kampus Unnes (mentoring) untuk terus melakukan perbaikan diri sebagai seorang muslim agar selalu mengingat Alloh. Mereka inilah yang keren dalam perspektif kita kali ini. Bagi mereka mentoring bukan lagi sebuah kewajiban, akan tetapi telah bermetamorfosa menjadi sebuah kebutuhan ruhani yang akan terus berlanjut sampai mentari terbit dari tempat tenggelamnya. Jadi Ingat salah satu hadits :
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin khotob ra.
Berkata : Aku mendengar Rasul Allah saw bersabda, "Seseungguhnya diterimanya
amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan
mendapatkan apa yang diniatkan . .. . "
Mentoring
adalah sarana untuk mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang
kemerdekaan....(lho koq??????? nglantur nich) maksudnya.... Mentoring adalah sarana
efektif yang akan mengantarkan kita mencapai sepuluh karakter pribadi muslim.
Menjadi muslim yang Kaffah. So, mentoring yang menjadikan kita keren, bukan
sebaliknya.....Buat kalian-kalian yang ngaku keren tapi gak mentoring,,perlu dipertanyakan tuh statusnya kerennya. So, sekarang sudah saatnya kita membuktikan kecintaan kita pada Dzat yang telah memberikan kepercayaan pada kita untuk menjadi kholifah di bumi ini. Metode inilah yang dipakai oleh nabi Muhammad untuk mendidik para sahabat yang menjadi sabiqunal awwalun memasuki agama islam. Mereka menjadi sosok yang luar biasa.
Saatnya menentukan pilihan. Mau jadi orang yang merugi, atau mau jadi yang KEREN,,,,....
Yang KEREN yang MENTORING,,,,,,ingat-ingat,,,,ting (~_^). Reni As
Ayo Mentoring!
Sumber: http://tpai.unnes.ac.id/tpai/index.php?pilih=hal&id=5

No comments:
Post a Comment