Sunday, April 21, 2013

Riset Permentorngan di Amerika

Sebuah riset tentang permentoringan dibuat di Amerika. Riset ini bertujuan untuk melihat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh seorang mentor dalam program mentoring di Amerika. (Di Amerika pun ada juga kegiatan mentoring. Sifatnya ada yang informal dan formal. Informal dilakukan tanpa ada dukungan dari organisasi (biasanya karena ikatan perkenalan atau tetangga) formal dilakukan atas inisiatif dan dukungan dari organisasi setempat. Tujuan dari mentoring di Barat bukan berdasarkan keyakinan beragama, tetapi keinginan untuk menyelamatkan masa muda remaja Amerika dan mengantarkan mereka pada kehidupan lanjut yang lebih baik, terhindar dari pergaulan buruk dan memiliki mimpi berprestasi yang tinggi).
Riset yang diadakan oleh MENTOR bekerja sama dengan sekelompok pakar yang dipimpin oleh Drs. Jean Rhodes and David DuBois di tahun 2005 ini  melibatkan 17,6 juta responden di seluruh Amerika. Di riset tersebut terungkap fakta-fakta yang bermanfaat dan menjadi penunjuk arah untuk mengembangkan program mentoring di tahun-tahun berikutnya. Fakta-fakta yang saya maksud seperti :

  • 3,000,000 orang dewasa memiliki hubungan mentoring one-to-one yang formal dengan remaja Amerika. Sebuah perkembangan sebanyak 19% dibanding tahun 2002.
  • 96% dari mentor di Amerika akan merekomendasikan kegiatan mentoring kepada teman-temannya.
  • Rata-rata hubungan mentoring berlangsung selama 9 bulan. 38%-nya bertahan sampai satu tahun. 
  • Sebagian besar mentor tak keberatan mementor remaja dengan keterbatasan seperti anak yang orangtuanya dipenjara, remaja dengan ketidaklengkapan kemampuan motorik dan remaja imigran.
Satu bagian yang saya sorot dari naskah hasil riset yang setebah 20 halaman ini adalah adanya fakta mengenai Tantangan Yang Dihadapi Seorang Mentor ketika Menjalani Masa Mentoring. Dari sensus yang dilakukan, didapat data sebagai berikut :
Sebanyak 14% mentor merasa kesulitan membangun hubungan dengan Adik mentor (mentee) yang membuat hubungan Mentor dan Adik Mentor tidak terlalu harmonis. Sementara 11% mentor merasa Adik mentor terlalu dituntut terlalu tinggi untuk mencapai tujuan permentoringan. Hal ini tidak bisa dipenuhi oleh kemampuan si pementor. Tantangan lainnya yang lebih sedikit dirasakan dibanding dua hal yang sudah saya sebutkan adalah : Mentor tidak bisa menyesuaikan dengan adik mentor (8%), Mentor dan Adik mentor bukan pasangan yang cocok ( 7%), Batasan hubungan relasi yang tidak jelas(7%), kurang support terutama pendanaan dan materi (7%), Isu-isu etika (4%), Tidak sepakat dengan aturan yang dibuat organisasi (6%), Resistansi dari adik mentor (3%) dan masalah dengan orang tua dan keluarga (4%). Well, ketika saya melihat hasil sensus ini saya merasakan perbedaan dengan apa yang terjadi di Indonesia khususnya Bandung di program Mentoring Dakwah Sekolah ITSAR yang saya ampu saat ini. Saya Justru merasa permasalahan mentoring di sini adalah sulitnya membangun relasi yang baik dengan orang tua dan keluarga (top rated). Yang kedua adalah kurangnya kemampuan mentor dalam menjalankan mentoring dan menyampaikan materi ataupun mendengarkan permasalahan dari adik mentor. (2nd grade). Yang ketiga adalah kurangnya pendanaan untuk mengembangkan program mentoring. Beda negara beda juga masalahnya. Meskipun begitu lewat hasil sensus ini saya jadi semakin serius membangun program mentoring yang  baik Di Indonesia khususnya Bandung. Masa Amerika saja bisa seserius itu menangani permasalahan mentoring remaja sementara di sini kita hanya menganggap mentoring itu perkara sepele untuk sekedar mengisi waktu luang?. Gak Dong!!

Sumber: http://catatandsbandung.wordpress.com/2011/05/07/tantangan-bagi-seorang-mentor-mentor/

No comments: