Sunday, July 26, 2009

Mentor, Mentors and Mentoring

Mentor

Mentor is the name of the person to whom Odysseus (a.k.a. Ulysses) entrusted the care of his son, Telemachus, when he set out on those famous wanderings of his that we now call an "odyssey" and which took him, among other places, to the Trojan Wars. Mentor was Odysseus' wise and trusted counselor as well as tutor to Telemachus. Myth has it that the goddess Athena would assume Mentor's form for the purpose of giving counsel to Odysseus but, for many centuries now, the goddess has been unavailable for comment to confirm or disconfirm this rumor. At any rate, Mentor's name -- with a lower-case "m" -- has passed into our language as a shorthand term for wise and trusted counselor and teacher.

Mentors

Until recently, in ordinary usage, the term mentor typically was used by the recipient of the counsel or teaching to refer to the person providing it. Thus, I might say that Ed Trapp was my mentor. Observers of such counseling and tutoring relationships have also been known to label certain people as mentors. Kierkegaard, for instance, has been called mentor to an entire movement. But, mentors, it seems, have not and do not characteristically refer to themselves as such.

This writer's own biases are such that he has always thought the term mentor was exemplified in a situation wherein an older, influential male took a younger, promising male "under his wing," so to speak, for the purpose of advancing the younger male's career. The older male was then a mentor to the younger one. And the younger male, of course, would be known to us as the protégé of the older man, just as Telemachus was Mentor's protégé (although it seems only fair to point out that the French language had not yet then evolved and so whatever term Mentor used to refer to Telemachus might or might not be known to us but it seems certain he did not use protégé).

Mentoring

In recent years, especially in the management and human resources literature, mentor, which is a noun, has become a verb as well and -- with or without "ing" as an appendage -- now refers to the patterned behaviors or process whereby one person acts as mentor to another. And, in keeping with current mores and norms, gender seems irrelevant. (This usage, however, has yet to make its way into any dictionary to which this writer has access.) It will surprise some, but not others, to learn that there are consultants whose practices center on advising the rest of us regarding the mysteries of mentoring. (They are perhaps would-be or frustrated mentors themselves.)

In sum, what has been historically an informal, unofficial, voluntary, mutually-agreeable, and self-selected interaction between two people has become a program -- an institutionalized stratagem for trying to force what probably can only come about naturally -- and a staple, if not a commodity, in the bag of tricks toted from client to client by many a consultant.

Frankly, I'm not against formal mentoring programs, but I'm not for them either. I'll pick my own mentors, thank you, and I'll pick my own protégés too.

Souce: http://home.att.net/~nickols/mentor.htm

Tuesday, July 07, 2009

Jadi Muslimah Kudu Sukses


Jadi Muslimah Kudu Sukses

Oleh: Tim ILNA

Melati adalah singkatan dari Muslimah Meniti Langkah Sejati. Buku life skill yang terdiri dari tiga bagian utama, yakni, ‘WHO AM I?’, ‘WHAT AM I’ dan ‘THIS IS ME’ ini, merupakan rangkaian tulisan yang mengandung makna agar muslimah menjadi sukses. Pada bagian satu, ‘WHO AM I’, muslimah diajak oleh penulisnya untuk memahami dirinya sendiri dengan menelusuri citra diri dengan segala fitrah sebagai mahluk Allah Swt. Untuk mengetahui konsep diri yang benar sebagai muslimah yang kafah, siapapun tentunya memerlukan contoh muslimah panutan umat. Untuk itu, kita dituntut untuk mengikuti dan meneruskan perjuangan mereka dengan percaya diri bahwa kita mampu untuk bergerak sesuai dengan petunjuk Allah. Hal ini akan membuahkan kesuksesan yang kemudian akan memotivasi kesuksesan yang lain. Setelah itu para pembaca diharapkan dapat mengenali peta dirinya –kelebihan dan kekurangannya—sekaligus memeiliki arahan jelas mengenai tujuan hidupnya. Langkah kedua ‘WHAT AM I?’, adalah membuat program untuk menata diri yang berisi langkah-langkah menata diri. Diawali dengan ‘belajar’ sebagai suatu proses tanpa henti agar smart, disamping kita juga harus sehat dan bugar. Semua ini sebagai penunjang program pengembangan diri yang tak kalah penting adalah konsep keseimbangan hidup agar muslimah dapat melihat semua sisi kehidupan dan berusaha menyeimbangkannya supaya semua urusan dan kewajiban yang dipikulnya dapat terpenuhi. Bagian ketiga ‘THIS IS ME’ adalah, saatnya kita membuka ‘sayap’ dengan mengembangankan dan memaksimalkan potensi yang Allah berikan bagi kita. Langkah pertama dari jurus ini adalah komunikasi empatik, yaitu cara berkomunikasi dengan mengutamakan aspek pengertian/pemahaman terhadap cara pandang orang lain. Komunikasi ini diharapkan dapat membantu muslimah untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi orang lain saat berkomunikasi dengan dirinya dan memudahkan muslimah untuk aktif sesuai dengan syar’i. Langkah ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan dunia kerja. Alternatif skill lain adalah wiraswasta. Langkah ini mengulas tentang manajemen kewiraswastaan agar muslimah dapat melihat sebenarnya masih banyak peluang yang terbuka dalam menggapai rezeki Allah Swt. Bagian ini ditutup dengan paparan mengenai pernikahan, yang menguraikan tentang berbagai kondisi setelah menikah agar bisa diambil hikmahnya.
Source:http://www.geroot.com/detail_r1.php
Related Link: http://www.goodreads.com/book/show/3572336.Jadi_Muslimah_Kudu_Sukses


Manajemen Mentoring Islam


Manajemen Mentoring
Oleh: Muhamad Ruswandi & Rama Adeyasa

Mentoring merupakan sarana pendidikan keIslaman (tarbiyah islamiyah), yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepribadian peserta (syakhsiyah Islamiyah). Mentoring merupakan kegiatan pendidikan dalam perspektif metode, mentoring Islam adalah metode memahami Islam dengan cara yang menyenangkan. Sugesti di masyarakat saat ini (terutama di kalangan remaja) menyatakan, mempelajari Islam biasanya ngantuk dan membosankan. Hal ini jelas salah. Dalam buku ini, pembaca akan diajak agar sugesti itu hilang dan diganti dengan perspektif yang menyenangkan (Fun and I love it).
Karena itu, pelaku dalam kegiatan mentoring setidaknya harus memiliki dua kemampuan dasar. Yaitu, ‘kemampuan menasihati’ dan ‘kemampuan mendengarkan nasihat’. Rasuallah Saw dalam membina para sahabat tidak sekadar menjadikan mereka member/anggota. Namun lebih dari itu, yakni mengangkat dan membina potensi terbesar mereka, sehingga menjadi generasi unggulan dan sukses berjuang menegakkan Islam. Itu terjadi karena adalahnya manajemen yang baik yang Beliau contohkan.
Mentoring, dewasa ini banyak yang dilakukan ala kadarnya sehingga menimbulkan stigma buruk dan pencitraan yang kurang baik, yakni bercitra jauh dari profesionalisme dan kurang termenej. Buku ini secara kuat menekankan pentingnya manajemen yang baik dan profesional dalam pengelolaan mentoring, sehingga setiap orang yang terlibat di dalam dapat mempelajari Islam dengan nyaman, tanpa ketakutan yang tak beralasan. Meningkatkan prestasi diri dan menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah Swt.

Source: http://www.geroot.com/detail_r2.php

Stok: Masih Ada

Games for Islamic Mentoring


Games for Islamic Mentoring

Oleh: Muhamad Ruswandi & Tim ILNA

Buku ini berisi kumpulan game untuk kegiatan mentoring Islam. Game merupakan salah satu metode experiental learning, belajar dari pengalaman.
Isi buku ini terdiri atas empat bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Bagian Dasar-dasar Keislaman.
2. Bagian Pengembangan diri
3. Bagian Dakwah dan Pemikiran Islam
4. Bagian Sosial Kemasyarakatan

Kekuatan buku ini, disetting untuk pembelajaran yang efektif, oleh karena itu setiap bab terdiri atas enam bagian umum, yaitu:

*judul;
*tujuan;
*langkah-langkah;
*pertanyaan hikmah;
*alat dan bahan
*waktu;

WARNING BUKU:
Buku ini juga memberikan peringatan kepada mentor/pelatih/pemandu, utamanya terkait dengan penggunaan games yang salah. Terdapat beberapa kesalahan ataupun kesulitan dalam penggunaan games mentoring. Mentor/pelatih/pemandu yang tidak berpengalaman, merasa tidak aman, dan tanpa persiapan akan menggunkan games untuk membuang-buang waktu. Kesalahan berikutnya adalah, Games yang seharusnya fokus pada proses belajar, terselewengkan dengan dominasi kelucuan dan humor sehingga mengalihkan perhatian dari tujuan program secara keseluruhan.
Source: http://usia-dini.blogspot.com/2008/05/bu...

Harga: Rp 14.000,-
Stok: Habis

Super Mentoring Junior


SUPER MENTORING JUNIOR
Oleh: Farid Mulyana & Tim ILNA

Dunia ABG adalah dunia menuju kedewasaan. Mereka akan melihat kehidupan baru, apalagi ketika harus membangun kepribadian secara Islamiyah. Karenanya, diperlukan bimbingan dari orangtua, orang dewasa dan yang tak kalah pentingnya adalah para penulis, yang harus memberi contoh yang baik melalui tulisan mereka. Buku ini berisi 20 bab tentang bagaimana sebenarnya sikap Islamiyah buat para ABG tersebut. Diawali dengan bab pergaulan (Ukhuwah) antar teman yang baik akhlaknya dan wajib menuntut ilmu dan melakukan semua perbuatan dengan ikhlas, hingga akan mendapatkan keridhaan Allah. Semua itu dilebur menjadi iman yang harus senantiasa dijaga melalui kesempurnaan ajaran Nabi Muhammad Saw yang harus diyakini. Untuk itu, Al-Qur’an wajib dibaca dan dipahami. Untuk kehidupan sehari-hari, kita juga harus meneladani sikap dan keperibadian Rasulullah Saw, selain ABG juga perlu berkenalan dengan Malaikat dan tahu apa dan bagaimana Syetan itu sebelum mereka terlanjur tergoda untuk melakukan dosa.
Semua hal di atas adalah merupakan bab-bab tersendiri yang dibahas secara remaja dan mudah dibaca. Bagaimanapun remaja itu harus sadar bahwa Allah senantiasa mengawasi manusia, sehingga mulai remaja mereka perlu menjauhi perbuatan yang negatif alias harus jujur (shidiq), tidak syirik dan riys’, sebagaimana hal yang menjadi sifat-sifat yang dimiliki para Nabi dan orang-orang beriman. Untuk itu, mereka juga harus menjaga lidah dan harus tahu bahaya kata-kata yang keluar melalui mulut.
Bab yang terpenting dalam buku ini adalah, para remaja pun wajib memahami pentingnya berbakti kepada orangtua dan tahu dosanya bila durhaka kepada ortu mereka. Semuanya dibahas dalam bentuk-bentuk birrul walidain dalam kehidupan sehari-hari. Bab terakhir, remaja juga perlu tahu seluk beluk tentang cinta sehingga termotivasi untuk mencintai Allah, rasul-Nya, sebelum mereka mencintai soal duniawi.
Source: http://www.geroot.com/detail_r4.php
Related Link: http://www.goodreads.com/book/show/3572340.Super_Mentoring_Junior

Stok: Masih Ada

Super Mentoring Senior 2



Super Mentoring Senior 2

Oleh : Farid Mulyana & Tim ILNA

Menurutmu, seperti apa sih seharusnya remaja muslim yang baik itu? Apa yang kerjanya beribadah doang, giliran orang pada ngomong perkembangan dunia, doi tulalit macem HP gak dapat sinyal? Itu sih gaptek namanya. Yang kayak gini sih, mendingan ke laut aja!

Kalau begitu, apakah remaja yang baik itu yang selalu mengikuti perkembangan mode dan isu internasional? Contohnya, kalau Britney Spears pakai baju ‘setengah tiang’ terus kita juga beramai-ramai mengikuti gayanya? Kalau Gareth Gates ngeblonde rambutnya terus para remaja seluruh dunia wajib ngeblonde juga? Wah kalau yang begini ini malah ‘udik’ dari yang gagap teknologi, soalnya doi bias disebut gagap kepribadian. Jadi gimana dong?

Tenang! Kalau kamu mau jadi remaja muslim yang ‘smart’, Insyaallah, buku Supermentoring 2 ini akan mengantarmu meraih kesuksesan dunia akhirat. Menjadikanmu remaja yang jempolan bukan saja dalam urusan teknologi dan zaman, tetapi jugadalam ruh dan kepribadian.

Yup! Tunggu apa lagi? Bukalah wawasan dan pemahamanmu terhadap Islam. Reguk danau hikmah dalam buku ini. Simak bahasan-bahasannya yang memberi inspirasi; Amal jama’i, Karakteristik Iman, Wala’ dan Bara’, dan banyak lagi tema yang lainnya, juga sebuah kupasan paripurna tentang 10 Risalah Pemuda.

Super Mentoring Senior (Panduan Keislaman Untuk Remaja SMA)


Super Mentoring Senior (Panduan Keislaman Untuk Remaja SMA)


Oleh: Novi Hardiyan & Tim ILNA
Islam itu Syaamil(sempurna) dan Kaaamil(menyeluruh). namun, guna menjelaskan kepada manusia bahwa islam benar-benar petunjuk hidup yang sempurna diperlukan berbagai sarana dan metoda yang efektif dan terarah.
Buku ini bukan saja merupakan panduan yang memuat materi-materi dasar bagi generasi muda Islam agar mejadi generasi yang kokoh dan sebagai rujukan bagi para pembina. Kelebihan buku ini adalah adanya proses interaktif dengan pembaca. Dalam penggunaannya, ia mengarahkan pembina dan peserta didik untuk terbiasa menggunakan metoda pendidikan yang interaktif.
Dengan metode ini diharapkan proses dakwah islam bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga merupakan proses penyemaian bibit, penanaman akar yang kokoh, sehingga mampu menghasilkan daun, bunga dan buah yang bermanfa'at. Karena memang, pendidikan islam bertujuan untuk membentuk karakter manusia yang memiliki hati,cita,rasa,akal dan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai ilahiyah.
Materi-materi yang dimuat buku ini antara lain: Mengenal Allah, islam, dan Rasul, Pentingnya Akhlak, Problematika Umat, Pembentukan Pribadi Muslim, Membangun Persaudaraan Islam dan lain-lain.

Harga Rp 31.500,-
Stok: Habis
Related Link: http://www.goodreads.com/book/show/2080705.Super_Mentoring_Senior